Selama Operasi Zebra Tinombala 2019, Polres Poso Tindak 1.067 Pelanggar Lalin
Tribratanews.sulteng.polri.go.id – Operasi Zebra Tinombala 2019 resmi berakhir pada 05 November 2019 kemarin. Wakapolres Poso KOMPOL Putu Hendra Binangkari, S.I.K, di dampingi Kabag Ops AKP Sudaryanto dan Kasat Lantas IPTU Cahya Fajar timur Amboina, S.I.K., saat konferensi pers mengatakan selama operasi Patuh Tinombala 2019, pihaknya menjaring 1.067 pelanggar.
Disbutkan Wakapolres, pelanggaran paling banyak adalah tidak menggunakan helm. Selain itu, pengendara yang masih di bawah umur juga masih banyak ditemukan selama operasi ZebraTinombala 2019 kemarin.
“penindakan kami lakukan semaksimal mungkin berupa surat tilang kepada para pelanggar”,ungkap Wakapolres Poso.
Dibanding tahun 2018 silam, jumlah pelanggar di tahun 2019 ini jauh lebih banyak. Sedangkan untuk angka kecelakaan di masa operasi Zebra Tinombala 2019 mengalami penurunan di banding hari-hari biasa di luar Operasi Zebra Tinombala 2019.
“Selama operasi Zebra, itu hanya 1 kejadian kecelakaan, kalau hari-hari sebelumnya sering terjadi kecelakaan yang di sebabkan banyaknya pelanggar,” paparnya.
Selain melakukan penindakan di jalan raya, selama operasi jajaran Sat Lantas Polres Poso pun memberikan berbagai penyuluhan yang dilakukan di sekolah sekolah dan pusat-pusat keramaian lainnya.
Kasat Lantas IPTU Cahya Fajar Timur Amboina, S.I.K, menambahkan, setelah operasi Zebra Tinombala 2019 berakhir bukan berarti tidak ada penindakan lagi dari petugas. Razia Rutin maupun hunting system akan terus dilakukan guna menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas.
Selain itu penindakan tegas berupa tilang adalah bertujuan untuk menimbulkan efek jera bagi masyarakat yang melakukan pelanggaran lalu lintas.
“Akan tetap dilakukan seperti biasanya, hanya saja bedanya mungkin lebih prioritas edukasi. Jika ada pelanggaran ya tetap kita tindak sesuai dengan aturan yang berlaku, ” Pungkas Perwira berpangkat IPTU tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar